Marc Cucurella Bawa Jimat Unik ke Piala Dunia 2026: Piyama Sang Istri Jadi Andalan Pembawa Hoki

Marc Cucurella Punya Ritual Unik Jelang Piala Dunia 2026

Setiap pemain sepak bola memiliki cara tersendiri untuk menjaga kepercayaan diri saat tampil di turnamen besar. Ada yang membawa benda favorit, ada yang menjalani rutinitas khusus sebelum pertandingan, dan ada pula yang memiliki jimat keberuntungan. Bek kiri Timnas Spanyol, Marc Cucurella, ternyata termasuk dalam kategori terakhir.

Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, pemain Chelsea tersebut mengungkapkan bahwa dirinya kembali membawa benda yang dianggap membawa keberuntungan sepanjang perjalanan sukses Spanyol menjuarai Euro 2024. Menariknya, benda tersebut bukanlah aksesori mahal atau barang bersejarah, melainkan sebuah atasan piyama milik sang istri, Claudia Rodriguez.

Pengakuan unik itu disampaikan langsung oleh Cucurella dalam wawancaranya bersama media Spanyol, Marca. Ia mengaku tidak ingin mengubah kebiasaan yang pernah membawanya merasakan kesuksesan bersama La Roja.

Piyama Sang Istri Jadi Jimat Pembawa Hoki

 

 

Menurut Cucurella, atasan piyama tersebut selalu berada di dekatnya selama Euro 2024 berlangsung. Turnamen itu menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kariernya karena Spanyol berhasil keluar sebagai juara Eropa.

Karena pengalaman positif tersebut, ia memutuskan untuk membawa kembali benda yang sama ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, tempat berlangsungnya Piala Dunia 2026.

“Saya membawa atasan piyama istri saya yang juga bersama saya saat Euro. Kali ini saya membawanya lagi untuk melihat apakah keberuntungan yang sama bisa datang,” ungkap Cucurella.

Meski terdengar sederhana dan lucu, banyak atlet profesional memang memiliki ritual tertentu yang dipercaya dapat memberikan kenyamanan mental. Dalam dunia olahraga modern, faktor psikologis sering kali dianggap sama pentingnya dengan kondisi fisik dan teknik bermain.

Bagi Cucurella, benda tersebut mungkin menjadi simbol dukungan keluarga yang selalu menyertainya dalam perjalanan karier profesional.

Menjaga Kondisi Fisik Jadi Prioritas Utama

Selain membawa jimat keberuntungan, Cucurella juga fokus menjaga kondisi tubuh selama mengikuti turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut. Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah kualitas tidur.

Pemain berusia 28 tahun itu mengakui sempat mengalami kesulitan beradaptasi saat pertama kali tiba di Amerika Serikat. Perbedaan waktu dan jadwal aktivitas membuat ritme istirahatnya sedikit terganggu.

Namun seiring berjalannya waktu, kondisinya mulai membaik. Ia menerapkan sejumlah kebiasaan sederhana untuk memastikan tubuh tetap bugar sepanjang turnamen.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengurangi durasi tidur siang agar bisa mendapatkan waktu istirahat malam yang lebih berkualitas. Menurutnya, cara tersebut cukup efektif membantu tubuh beradaptasi dengan lingkungan baru.

Dengan jadwal pertandingan yang padat dan cuaca yang menantang, kualitas tidur memang menjadi faktor penting bagi para pemain untuk menjaga performa di level tertinggi.

Perbedaan Generasi Terlihat di Ruang Ganti Spanyol

 

 

Selain membahas persiapan fisik, Cucurella juga menceritakan suasana menarik yang terjadi di ruang ganti Timnas Spanyol. Ia mengungkapkan adanya perbedaan selera musik antara pemain muda dan pemain yang lebih senior.

Ketika pemain-pemain muda seperti Lamine Yamal atau Nico Williams menguasai pengeras suara, lagu-lagu viral yang sedang populer di media sosial biasanya mendominasi playlist tim.

Sebaliknya, ketika pemain senior mengambil alih, pilihan musik berubah drastis dengan nuansa yang lebih klasik atau santai.

Cucurella bahkan sempat bercanda mengenai perbedaan selera musik tersebut dengan menyebut nama pelatih Luis de la Fuente.

“Musik yang kami dengarkan sangat berbeda dengan yang disukai Luis,” ujar Cucurella sambil tersenyum.

Momen-momen ringan seperti ini menunjukkan suasana harmonis yang terbangun di dalam skuad Spanyol menjelang turnamen besar.

Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Besar

Pengalaman tampil di Amerika Serikat sebelumnya membuat Cucurella memiliki gambaran mengenai tantangan yang akan dihadapi para pemain selama Piala Dunia 2026.

Bek Chelsea itu memperingatkan rekan-rekannya bahwa kondisi cuaca selama turnamen nanti bisa jauh lebih berat dibandingkan yang mereka rasakan saat ini.

Menurutnya, suhu tinggi dan tingkat kelembapan di beberapa kota tuan rumah dapat memberikan pengaruh besar terhadap performa pemain di lapangan.

“Apa yang kita rasakan sekarang belum ada apa-apanya dibandingkan dengan yang akan datang,” kata Cucurella.

Peringatan tersebut menjadi perhatian serius bagi skuad Spanyol yang berambisi melangkah jauh dalam kompetisi.

Bermimpi Menorehkan Sejarah di Final

 

 

Di penghujung wawancara, Cucurella mendapat pertanyaan menarik mengenai kemungkinan mencetak gol penentu kemenangan di partai final Piala Dunia.

Bek berambut keriting ikonik itu mengaku sulit membayangkan skenario tersebut. Namun, ia tidak menampik bahwa momen seperti itu akan menjadi pencapaian luar biasa dalam kariernya.

Meski memiliki mimpi besar, Cucurella menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membantu Timnas Spanyol tampil maksimal di setiap pertandingan.

Dan jika keberuntungan memang memiliki peran dalam sepak bola, maka atasan piyama milik sang istri tampaknya akan kembali menjadi “senjata rahasia” yang menemani perjalanan Marc Cucurella di Piala Dunia 2026.

Leave a Reply