Dunia Bola – Kabar pemanggilan lima pemain naturalisasi ke Timnas Indonesia U-22 untuk menghadapi SEA Games 2025 langsung menggemparkan publik sepak bola Asia Tenggara. Langkah berani PSSI dan pelatih Indra Sjafri ini bukan hanya mendapat perhatian di Tanah Air, tetapi juga menjadi sorotan tajam media-media Vietnam yang selama ini dikenal rajin mengikuti perkembangan rival utamanya di ajang SEA Games.
PSSI bersama Indra Sjafri mengumumkan daftar final 23 pemain yang akan memperkuat Garuda Muda dalam misi mempertahankan medali emas di Thailand. Dari daftar tersebut, lima nama keturunan Belanda mencuri perhatian besar publik sepak bola kawasan. Kelima pemain yang menjadi sorotan tersebut adalah Dion Markx, Ivar Jenner, Rafael Struick, Jens Raven, dan Mauro Zilstra.
⭐ Kenapa 5 pemain ini menjadi sorotan besar?
Karena kelimanya:
✔ Masih muda tapi berpengalaman bermain di Eropa
✔ Punya fisik, kecepatan, teknik dan mental yang kuat
✔ Mengisi setiap lini penting dalam tim (bertahan – tengah – serang)
| Pemain | Posisi | Peran |
|---|---|---|
| Dion Markx | DM | Pemutus serangan / Stabilizer |
| Ivar Jenner | CM / Box-to-box | Motor permainan |
| Rafael Struick | ST / Winger | Sumber gol |
| Jens Raven | Striker | Target man / Atlet udara |
| Mauro Zilstra | AM / Winger | Kreator peluang |
Dengan kombinasi ini, Timnas Indonesia U-22 jadi punya struktur tim yang ideal:
🔹 pertahanan solid
🔹 lini tengah dominan
🔹 lini depan mematikan
Tidak heran media Vietnam menilai Garuda Muda akan menjadi tim terseram di SEA Games 2025.
👤 Profil & Detail Pemain
Dion Markx
-
Asal & klub saat ini: Dion lahir di Nijmegen, Belanda. Ia kini bermain sebagai bek tengah untuk klub Belanda TOP Oss sejak 2025.
-
Statistik & status internasional: Dion resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Februari 2025, lalu memilih membela Timnas Indonesia.
-
Posisi & tipe permainan: Sebagai bek tengah, Dion punya kelebihan fisik dan postur cukup ideal untuk pertahanan.
-
Peran potensial di Timnas U-22: Dengan Dion sebagai bek tengah naturalisasi, Indonesia mendapatkan tambahan stabilitas di lini belakang — cocok menghadapi lawan-lawan kuat di SEA Games, sekaligus membantu meredam serangan terutama dari bola atas.
Ivar Jenner
-
Asal & klub saat ini: Ivar lahir di Utrecht, Belanda. Dia bermain untuk klub Belanda Utrecht (dan/atau tim junior Jong Utrecht) di musim 2025.
-
Peralihan ke Indonesia: Ivar resmi menjadi WNI dan memutuskan membela Indonesia sejak 2023.
-
Posisi & peran: Ia beroperasi sebagai gelandang tengah. Rekan-jurnalis dan pengamat menyebutnya sebagai “motor” di lini tengah — mampu mengendalikan tempo pertandingan, menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan.
-
Potensi di SEA Games 2025: Di laga ujicoba melawan Mali U-22, Ivar bahkan dipercaya sebagai kapten — bukti betapa penting perannya dalam membangun tim.
-
Kelebihan: Kombinasi teknik Eropa, visi permainan, dan kedisiplinan dalam lini tengah. Ia bisa jadi otak permainan Timnas Indonesia U-22, pengatur tempo, dan jembatan antara lini belakang dan penyerang.
Rafael Struick
-
Asal & klub sekarang: Rafael lahir di Leidschendam, Belanda. Pada 2025, ia memperkuat klub Indonesia Dewa United di Super League.
-
Posisi: Penyerang atau winger — artinya bisa fleksibel bermain sebagai ujung tombak maupun sebagai pemain sayap yang mengancam pertahanan lawan dari sisi lebar lapangan.
-
Kekuatan: Struick dikenal dengan kecepatan, mobilitas, serta insting mencetak gol. Banyak analis menyematkan prediksi bahwa dia bisa menjadi “mesin gol” Garuda Muda di SEA Games 2025.
-
Peran di tim: Ia diharapkan menjadi andalan lini depan — menyelesaikan peluang, memaksimalkan serangan balik cepat, dan memanfaatkan ruang dari sayap atau tengah untuk mencetak gol.
Jens Raven
-
Asal & klub sekarang: Lahir di Dordrecht, Belanda. Saat ini (2025) Jens bermain untuk klub Indonesia Bali United — pertama kalinya berkarier profesional di Indonesia.
-
Posisi & karakter: Sebagai striker, Raven punya postur tinggi (sekitar 1,87 m) dan daya fisik yang cukup untuk menjadi target man.
-
Potensi dan tantangan: Karena usianya masih muda, Raven bisa menjadi proyek jangka panjang. Tapi dengan masuknya ke klub domestik di usia muda, ia mendapat banyak kesempatan tampil, berkembang, dan beradaptasi dengan gaya sepak bola Asia. Banyak pihak melihat dia sebagai calon penyerang masa depan Timnas U-22 dan Senior.
-
Peran di tim: Jika dimainkan, Jens bisa menjadi penyerang jangkar — memanfaatkan bola atas, duel fisik, serta ruang di kotak penalti lawan. Cocok di skema serangan balik atau crossing, serta sebagai opsi tambahan jika penyerang lain tidak tersedia.
Mauro Zijlstra
-
Asal & klub saat ini: Mauro berasal dari Belanda dan berkarier di klub Belanda FC Volendam.
-
Status di Timnas: Termasuk pemain diaspora yang dipanggil untuk memperkuat Timnas U-22 di SEA Games 2025.
-
Peran & posisi: Sebagai penyerang — meskipun di artikel awal kami sebut “pemain serang/winger”, tapi dengan karier di Eropa dan kemampuan menyerang, ia bisa beradaptasi sebagai penyerang tengah ataupun pemain depan fleksibel.
-
Keunggulan & harapan: Kehadiran Mauro memberi opsi tambahan di lini depan: alternatif selain Struick dan Raven, memberi fleksibilitas taktikal bagi pelatih. Jika ia bisa beradaptasi dengan baik, bisa jadi ancaman bagi pertahanan lawan lewat kombinasi kecepatan, insting gol, dan pengalaman dari sepak bola Eropa.
Performa Garuda Muda Dinilai Mengerikan — Indra Sjafri Serius Pertahankan Medali Emas SEA Games 2025
Kelima pemain ini sudah lama menjadi pembicaraan karena performa impresif mereka saat membela klub masing-masing di Eropa. Hadirnya lima darah Belanda ini diyakini bakal menghadirkan dimensi baru dalam permainan Timnas Indonesia U-22. Indra Sjafri ingin memastikan bahwa skuad Garuda Muda tidak datang hanya sebagai peserta, melainkan sebagai tim yang siap mempertahankan mahkota juara.
Media Vietnam Terkejut dengan Kekuatan Timnas Indonesia U-22
Reaksi cepat datang dari media-media Vietnam setelah pengumuman skuad resmi Garuda Muda. Salah satu yang pertama menyampaikan berita tersebut adalah Bao Xay Dung. Media ini secara gamblang menuliskan daftar kelima pemain keturunan dan menyebut Indonesia membawa kekuatan yang jauh lebih solid dibanding edisi sebelumnya.
Dalam artikelnya, Bao Xay Dung menegaskan bahwa Indonesia mulai memadukan kekuatan pemain lokal dengan kualitas pemain keturunan untuk memperkuat tim nasional usia muda. Penyebutan nama-nama seperti Dion Markx dan Rafael Struick memperlihatkan bahwa media Vietnam menganggap pemanggilan mereka bukan langkah sembarangan.
Sementara itu, Tuoi Tre, salah satu portal terbesar di Vietnam, memberikan analisis mendalam. Media tersebut menyatakan bahwa Indonesia menjadi favorit utama peraih medali emas SEA Games 2025. Tuoi Tre menilai Garuda Muda datang bukan hanya sebagai juara bertahan, tetapi juga sebagai tim yang meningkat secara kualitas melalui program pembinaan usia muda.
Kekuatan Garuda Muda U-22 Dinilai “Mengerikan” oleh Vietnam
Tuoi Tre tidak ragu mengakui bahwa Indonesia memiliki persiapan paling matang dibanding kontestan lain. Mereka menyebut laga uji coba melawan Mali U-22 beberapa waktu lalu sebagai bukti nyata keseriusan Indonesia. Menurut pemberitaan itu, kualitas pemain Indonesia U-22 meningkat pesat, baik dari sisi teknik, taktik, maupun mental bertanding.
Media Vietnam menekankan bahwa lima pemain keturunan berperan besar dalam peningkatan kualitas pasukan Garuda Muda. Kehadiran mereka memberikan pengalaman internasional, fisik unggul, serta gaya permainan sepak bola Eropa yang memadukan kecepatan dan kedisiplinan taktik.
Tuoi Tre bahkan menuliskan bahwa Indonesia menjadi negara yang memanfaatkan proses naturalisasi dengan cara paling efektif di Asia Tenggara. Dalam pandangan mereka, Indonesia tidak sembarangan memanggil pemain keturunan, tetapi melakukan seleksi ketat berdasarkan kebutuhan tim.
Persaingan Ketat Menunggu Indonesia U-22
Meski media Vietnam mengakui kekuatan Indonesia meningkat drastis, mereka tetap menilai bahwa perjalanan mempertahankan emas SEA Games tidak akan mudah. Vietnam dan Thailand disebut sebagai dua penantang paling berbahaya bagi Indonesia, terlebih Thailand bertindak sebagai tuan rumah.
Dalam ajang SEA Games 2025, Indonesia tergabung di Grup C bersama Singapura, Filipina, dan Myanmar. Secara statistik, Indonesia jauh lebih unggul, namun Indra Sjafri menolak memandang remeh lawan mana pun. Pelatih berpengalaman itu meminta anak asuhnya menjaga fokus sejak laga pertama.
Proses Panjang Finalisasi Skuad U-22
Indra Sjafri menjelaskan bahwa pemanggilan 23 pemain ini menjadi hasil evaluasi detail selama pemusatan latihan Oktober–November 2025. Seluruh staf pelatih melakukan pemantauan langsung saat pemain tampil di kompetisi klub. Selain itu, koordinasi aktif dengan klub luar negeri menjadi kunci keberhasilan pemanggilan lima pemain naturalisasi meskipun SEA Games bukan agenda FIFA.
Indra Sjafri menyampaikan terima kasih langsung kepada PSSI, I.League, serta klub-klub Eropa yang memberi restu para pemain untuk tampil di SEA Games. Baginya, proses pemanggilan ini bukan hanya soal administrasi, tetapi tentang dukungan besar untuk masa depan sepak bola Indonesia.
Keputusan membawa lima pemain naturalisasi juga memperlihatkan perubahan cara pandang Indonesia terhadap pengembangan sepak bola usia muda. Jika pada beberapa tahun lalu pembinaan usia muda hanya bertumpu pada pemain lokal, kini Indonesia berani memanfaatkan pemain diaspora yang memiliki darah Indonesia tetapi tumbuh di sistem sepak bola Eropa.
Kombinasi talenta lokal dan diaspora menciptakan keseimbangan baru dalam susunan skuad. Para pemain keturunan membawa kualitas dan pengalaman, sementara pemain lokal menghadirkan determinasi dan motivasi tinggi untuk mengharumkan nama bangsa. Perpaduan inilah yang membuat para analis Vietnam menilai bahwa Indonesia berada di jalur yang benar menuju era sepak bola modern.
Ambisi Besar Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025
Meskipun Kemenpora menargetkan medali perak, skuad Garuda Muda menegaskan ambisi lebih besar. Para pemain menyatakan mereka datang ke Thailand untuk mempertahankan gelar emas. Dalam beberapa kesempatan, pemain-pemain naturalisasi juga menyampaikan antusiasme tinggi untuk membela merah putih, bahkan menyatakan kebanggaan mereka mengenakan Garuda di dada.
Di sisi lain, Indra Sjafri tetap menjaga kewarasan tim. Ia meminta pemain menghindari euforia berlebihan dan bekerja keras mulai dari babak grup. Ia juga menegaskan bahwa yang paling penting bukan sekadar membawa nama besar, tetapi menampilkan permainan kolektif yang matang dan disiplin.
Harapan dan Dukungan Publik Indonesia Timnas U-22
Reaksi publik Indonesia terhadap pemanggilan pemain naturalisasi sangat positif. Para pendukung Timnas U-22 percaya bahwa langkah ini menegaskan ambisi Indonesia untuk menjadi kekuatan dominan di Asia Tenggara, bahkan Asia. Media sosial ramai dengan optimisme dan dukungan untuk skuad Garuda Muda.
Tiket pertandingan tim Indonesia di SEA Games 2025 dilaporkan sebagai salah satu yang paling banyak dicari oleh masyarakat Indonesia yang siap terbang ke Thailand. Antusiasme ini terus meningkat seiring keyakinan bahwa dengan skuad penuh kualitas, Indonesia layak bermimpi menjadi raja sepak bola kawasan secara konsisten.
Penutup
Pengumuman lima pemain naturalisasi untuk SEA Games 2025 terbukti sukses menarik perhatian luas, bahkan di luar Indonesia. Media-media Vietnam menyadari bahwa Garuda Muda kini berada pada level yang jauh lebih tinggi dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Dengan persiapan matang, kombinasi pemain lokal dan keturunan yang berkualitas, serta ambisi besar mempertahankan medali emas, Timnas Indonesia U-22 datang ke Thailand bukan untuk sekadar berkompetisi — melainkan untuk memenangkan segalanya dan mengukuhkan dominasi di Asia Tenggara.
Masyarakat Indonesia kini hanya menunggu satu hal: Agar sejarah emas tahun 2023 kembali terulang di SEA Games 2025.









