duniabola Raphinha menegaskan keinginannya untuk memperpanjang kontrak bersama Barcelona dan mengakhiri karier profesionalnya di Camp Nou. Winger asal Brasil itu sedang menikmati awal musim yang luar biasa dan semakin nyaman setelah dipercaya mengenakan ban kapten.
Raphinha sempat menjadi bahan spekulasi terkait masa depannya pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, pemain berusia 29 tahun tersebut kini memastikan dirinya ingin bertahan lebih lama bersama Barcelona dan terbuka untuk membicarakan kontrak baru.
Kontrak Raphinha bersama Barcelona sebenarnya masih berlaku hingga musim panas 2028. Meski demikian, direktur olahraga Barcelona Deco telah memberikan sinyal bahwa klub ingin mengamankan masa depan sang pemain untuk jangka panjang.
Keinginan tersebut semakin kuat setelah Raphinha tampil produktif pada awal musim ini. Ia menjadi pencetak gol terbanyak di La Liga dengan sembilan gol, termasuk hat-trick saat Barcelona menang atas Racing Santander.
Raphinha Berubah Pikiran soal Masa Depannya
Raphinha sebelumnya memiliki pertimbangan berbeda ketika memperpanjang kontraknya hingga 2028. Saat itu, ia memperkirakan dirinya akan berusia 30 atau 31 tahun ketika kontraknya berakhir dan belum mengetahui bagaimana kondisi fisiknya nanti.
Performa serta kondisi fisik yang dimilikinya sekarang membuat pandangan tersebut berubah. Raphinha merasa masih memiliki kemampuan untuk tampil di level tertinggi sepak bola Eropa selama beberapa tahun ke depan.
“Saya memperpanjang kontrak hingga 2028 dengan pemikiran bahwa saat itu saya akan berusia 30 atau 31 tahun dan saya tidak tahu bagaimana kondisi saya nanti,” kata Raphinha kepada RAC1.
“Tetapi melihat bagaimana saya mengawali musim ini, saya memahami bahwa saya masih memiliki kemampuan untuk bertahan beberapa tahun lagi,” lanjut Raphinha.
Raphinha Ingin Akhiri Karier di Barcelona

Raphinha kini melihat peluang untuk melanjutkan kariernya di Barcelona lebih lama. Kepercayaan yang diberikan Hansi Flick dengan menjadikannya kapten pertama pada musim ini juga semakin memperkuat rasa nyaman sang pemain di Camp Nou.
Keinginan tersebut membuat Raphinha tidak lagi melihat perpindahan klub sebagai bagian dari rencana kariernya. Ia justru ingin membalas kepercayaan Barcelona dengan memberikan sisa masa bermainnya untuk klub asal Catalunya tersebut.
“Jadi, ya, saya akan senang jika bisa memperpanjang kontrak sedikit lagi dan mengakhiri karier saya di sini tanpa harus pergi ke tempat lain,” tegas Raphinha.
“Saya ingin bertahan di sini dan memberikan sisa karier saya kepada Barcelona,” ujar Raphinha.
Raphinha Siap Hadapi Sevilla
Setelah menikmati performa impresif pada awal musim, Raphinha akan kembali beraksi di La Liga saat Barcelona menghadapi Sevilla di Ramon Sanchez-Pizjuan pada Minggu (20/9/2026). Ia berpeluang menambah koleksi sembilan golnya sekaligus menjaga momentum positif yang sedang dibangun.
Barcelona juga akan menghadapi agenda penting di Liga Champions setelah pertandingan tersebut. Raphinha sebelumnya mencetak dua gol ketika Barcelona menghancurkan Feyenoord dengan skor 5-1.
Peran Raphinha di bawah asuhan Hansi Flick tidak hanya terbatas pada angka-angka impresif di papan skor. Pemain kelahiran Porto Alegre tersebut telah bertransformasi menjadi roh permainan Blaugrana, baik dari segi taktik maupun kepemimpinan di dalam lapangan. Fleksibilitas posisi yang ditunjukkannya—mampu bermain sebagai winger kanan, winger kiri, hingga gelandang serang di belakang striker—membuat skema penyerangan Barcelona menjadi jauh lebih dinamis dan sulit diprediksi oleh pertahanan lawan.
Keberhasilan Raphinha merebut hati para pendukung Barcelona di Camp Nou bukanlah proses yang instan. Ketika pertama kali didatangkan dari Leeds United pada musim panas 2022, ia kerap menerima kritik akibat konsistensi permainannya yang dinilai belum setara dengan nilai transfernya yang tinggi. Tekanan media lokal Catalunya serta rumor kepindahannya ke klub-klub Arab Saudi maupun Premier League sempat mewarnai perjalanan karirnya. Namun, mentalitas baja dan kerja keras yang diperlihatkannya saat latihan berhasil mengubah narasi skeptis tersebut menjadi pujian setinggi langit.

Penunjukannya sebagai salah satu kapten tim musim ini terbukti menjadi langkah krusial dalam mendewasakan permainannya. Raphinha kini tidak hanya fokus pada pergerakan individunya, tetapi juga aktif memberikan arahan kepada para pemain muda berbakat lulusan akademi La Masia, seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi. Kepemimpinan yang membumi namun tegas membuat ruang ganti Barcelona semakin solid, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang mendukung performa konsisten tim di kompetisi domestik maupun Eropa.
Secara statistik, kontribusi Raphinha di awal musim ini mencatatkan rekor personal terbaik sepanjang karier profesionalnya. Tingkat konversi peluang yang meningkat pesat serta work rate tinggi saat melakukan pressing lini depan menjadi senjata utama dalam skema permainan berintensitas tinggi yang diterapkan Flick. Kehadirannya memberikan kestabilan di lini serang ketika tim harus kehilangan beberapa pemain pilar akibat cedera, membuktikan bahwa ia adalah sosok penentu dalam laga-laga krusial.
Rencana perpanjangan kontrak jangka panjang ini juga memberikan dampak positif bagi stabilitas finansial dan perencanaan skuad Barcelona. Dengan komitmen Raphinha untuk bertahan hingga gantung sepatu, manajemen klub dapat memfokuskan anggaran transfer untuk memperkuat sektor lain yang membutuhkan pembenahan. Bagi pihak klub, mempertahankan pemain yang berada dalam puncak performa dan memiliki loyalitas tinggi adalah investasi terbaik untuk menjaga daya saing di tingkat tertinggi.
Melihat dedikasi serta konsistensi yang ditunjukkan, peluang Raphinha untuk mengukir namanya sebagai salah satu legiun Brasil tersukses dalam sejarah Barcelona terbuka lebar. Mengikuti jejak para pendahulunya seperti Rivaldo, Ronaldinho, dan Neymar, Raphinha kini berada di jalur yang tepat untuk menciptakan era keemasannya sendiri di Camp Nou dan membawa Blaugrana meraih kembali kejayaan di panggung domestik maupun Liga Champions.

