duniabola Lionel Messi selangkah lagi memiliki klub sepak bola di Spanyol. Megabintang Inter Miami itu telah mencapai kesepakatan prinsip untuk membeli CD Eldense yang saat ini berkompetisi di kasta kedua sepak bola Spanyol.
Kesepakatan tersebut telah dikonfirmasi pihak Eldense. Namun, proses akuisisi belum sepenuhnya rampung karena masih ada sejumlah prosedur hukum, kontrak final, dan persetujuan wajib yang harus diselesaikan.
Messi disebut akan membeli 100 persen saham yang dimiliki grup investasi asal Kolombia, TH Soluciones Group SAS. Jika transaksi selesai, pemain berusia 39 tahun itu bakal menjadi pemilik mayoritas Eldense.
Langkah tersebut memperluas kiprah Messi di sepak bola Spanyol setelah sebelumnya membeli UE Cornella. Kehadiran sang megabintang diprediksi membawa perubahan besar bagi Eldense, baik dari sisi perhatian internasional maupun potensi pengembangan klub.
Messi Segera Ambil Alih Eldense
Pihak Eldense mengungkapkan bahwa transaksi dengan Messi masih menunggu penyelesaian sejumlah tahapan penting. Proses tersebut mencakup prosedur hukum dan kontrak akhir, uji tuntas atau due diligence, serta izin dari Dewan Olahraga Tinggi (CSD).
“Saat ini, transaksi tersebut masih menunggu penyelesaian prosedur hukum dan kontrak akhir, termasuk proses uji tuntas (due diligence) yang relevan, serta izin wajib dari Dewan Olahraga Tinggi (CSD),” ungkap pihak Eldense kepada kantor berita Reuters.
Messi hampir merampungkan pembelian 100 persen saham yang saat ini dimiliki TH Soluciones Group SAS. Grup investasi asal Kolombia tersebut mengambil alih Eldense pada Oktober tahun lalu.
Pihak klub belum dapat memastikan kapan transaksi akan resmi selesai. Namun, laporan dari Spanyol menyebut kesepakatan pembelian Eldense diperkirakan rampung dalam beberapa hari mendatang.
Dampak Besar untuk Klub Kota Kecil

Eldense saat ini berada di posisi ke-20 klasemen Segunda. Klub tersebut sebelumnya berhasil mencapai kasta kedua setelah bertahun-tahun menjalani kompetisi di level regional.
Akuisisi Messi akan menjadi perubahan besar bagi Eldense yang memiliki sekitar 3.500 pemegang tiket musiman. Jumlah tersebut cukup signifikan bagi klub yang berasal dari kota dengan populasi sedikit di atas 55.000 jiwa.
Messi akan melakukan investasi di Eldense secara mandiri tanpa melibatkan mitra bisnis maupun mantan pemain lain. Sebelumnya, ia telah membeli UE Cornella, klub yang kini berkompetisi di kasta kelima Spanyol, pada 16 April tahun ini.
Prospek pengambilalihan CD Eldense oleh Lionel Messi bukan sekadar transaksi bisnis sepak bola biasa, melainkan sebuah transformasi struktural yang berpotensi mengubah peta persaingan di kasta bawah sepak bola Spanyol. Keputusan kapten tim nasional Argentina tersebut untuk menginvestasikan modal pribadinya secara independen menunjukkan visi jangka panjang dalam mengoperasikan manajemen olahraga, menyusul langkah yang sebelumnya telah ia mulai saat mengakuisisi UE Cornella.
Dampak Finansial dan Infrastruktur Organisasi
Sebagai klub yang berbasis di Kota Elda, Provinsi Alicante, CD Eldense secara historis beroperasi dengan anggaran yang sangat terbatas. Kota kecil dengan populasi sekitar 55.000 jiwa tersebut selama ini mengandalkan dukungan komunitas lokal dan penjualan sekitar 3.500 tiket musiman untuk menyokong operasional tim. Masuknya Messi sebagai pemilik tunggal secara mendadak mengubah daya tawar finansial klub di pasar transfer maupun dalam pengembangan infrastruktur.
Suntikan modal langsung dari grup investasi Messi akan dialokasikan pada beberapa area krusial:
-
Peningkatan Fasilitas Latihan: Pembangunan pusat latihan modern untuk mendukung pembinaan skuad utama dan akademi muda.
-
Renovasi Stadion Nuevo Pepico Amat: Modernisasi kapasitas dan fasilitas stadion guna memenuhi standar penyiaran internasional serta kenyamanan penonton.
-
Manajemen Olahraga Profesional: Perekrutan pemandu bakat (scout), analis data, dan staf medis tingkat atas untuk meningkatkan performa analitis tim.
Strategi Akademik dan Sinergi Lintasklub

Kepemilikan Messi atas dua klub Spanyol—CD Eldense di kasta kedua dan UE Cornella di kasta kelima—membuka peluang terciptanya ekosistem pengembangan pemain yang terintegrasi. Model multi-klub (multi-club ownership) ini memungkinkan jalur pembinaan yang jelas bagi para pemain muda:
-
Pengembangan Awal: Pemain berbakat dibina dan mendapatkan menit bermain reguler di UE Cornella pada level kompetisi regional.
-
Promosi Bertahap: Pemain yang menunjukkan performa impresif dipromosikan ke CD Eldense untuk menguji kemampuan mereka di level profesional Segunda División.
-
Komersialisasi Talenta: Pemain yang matang dapat dijual ke klub kasta tertinggi (La Liga) atau diperahankan untuk mendorong promosi Eldense ke kasta teratas.
Daya Tarik Magnetik bagi Sponsor dan Hak Siar
Nama besar Lionel Messi membawa nilai merek (brand value) yang tidak tertandingi. Meskipun Eldense saat ini berada di papan bawah Segunda División (posisi ke-20), keterlibatan Messi secara langsung akan mendongkrak minat sponsor global yang sebelumnya tidak pernah melirik klub skala kecil di Alicante.
Pendapatan komersial dari penjualan jersey, merchandise resmi, serta sponsor kostum diperkirakan akan meningkat secara signifikan. Selain itu, pihak penyelenggara liga (LaLiga) juga mendapatkan keuntungan dari peningkatan hak siar internasional untuk pertandingan Segunda División yang melibatkan Eldense.
Tantangan Regulasi dan Operasional Lapangan
Meski kesepakatan prinsip telah dicapai dengan TH Soluciones Group SAS, akuisisi penuh ini masih harus melewati verifikasi ketat dari Dewan Olahraga Tinggi Spanyol (Consejo Superior de Deportes – CSD) serta regulasi Financial Fair Play (FFP) yang diterapkan oleh LaLiga. CSD akan memeriksa transparansi asal-usul dana serta kelayakan rencana bisnis guna memastikan stabilitas keuangan klub di masa depan.
Di samping urusan birokrasi, tantangan terbesar berada di lapangan hijau. Eldense saat ini berjuang keluar dari zona degradasi. Pembenahan manajemen harus dilakukan secara cepat tanpa mengganggu fokus tim utama yang sedang berjuang mempertahankan tempat mereka di Segunda División. Keberhasilan akuisisi ini akan sangat bergantung pada seberapa cepat struktur manajemen baru dapat memberikan stabilitas mental dan teknis bagi skuad yang ada saat ini.

