DuniaBola – Hansi Flick memasuki musim 2026/2027 bersama Barcelona dengan ambisi yang semakin besar. Setelah berhasil membawa Blaugrana mempertahankan dominasi di kompetisi domestik, pelatih asal Jerman tersebut kini mengarahkan fokusnya kepada trofi yang masih menjadi target utama klub, yakni Liga Champions.
Barcelona memang telah menikmati periode sukses di bawah kepemimpinan Hansi Flick. Namun, gelar Liga Champions masih menjadi kepingan yang belum berhasil mereka lengkapi. Karena itu, memasuki musim baru, ambisi untuk kembali menguasai Eropa semakin terasa kuat.
Hansi Flick sendiri tidak ragu mengakui bahwa Barcelona memiliki kualitas untuk memenangkan kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut. Meski demikian, ia tetap mengingatkan bahwa perjalanan menuju trofi Liga Champions sangat panjang dan membutuhkan konsistensi, kerja keras, serta kemampuan beradaptasi menghadapi lawan-lawan terbaik.
Hansi Flick Sebut Barcelona Punya Kualitas untuk Juara

Dalam konferensi pers menjelang pertandingan Liga Champions melawan Feyenoord, Hansi Flick menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan skuad Barcelona.
Menurut sang pelatih, Liga Champions merupakan kompetisi yang selalu menjadi impian klub-klub besar. Barcelona pun memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk bersaing memperebutkan trofi tersebut.
Namun, Hansi Flick tidak ingin anak asuhnya terbawa ekspektasi. Ia menegaskan bahwa kualitas saja tidak cukup karena perjalanan menuju gelar Eropa membutuhkan proses panjang.
“Kami memiliki kualitas untuk memenangkannya, tetapi jalannya masih panjang,” menjadi inti pesan Hansi Flick menjelang dimulainya kampanye Eropa Barcelona.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Flick memiliki kepercayaan diri tinggi, tetapi tetap berusaha menjaga skuadnya agar tidak terlena.
Barcelona Mengawali Musim dengan Sempurna

Kepercayaan diri Hansi Flick tentu bukan tanpa alasan. Barcelona menunjukkan performa impresif pada awal musim 2026/2027.
Dalam empat pertandingan pertama La Liga, Barcelona berhasil meraih empat kemenangan. Blaugrana menaklukkan Elche, Athletic Club, Rayo Vallecano, dan Valencia.
Kemenangan terbesar datang saat Barcelona menghancurkan Valencia dengan skor 5-0 di Mestalla. Fermín López tampil luar biasa dengan mencetak satu gol dan memberikan dua assist, sementara Lamine Yamal mencetak dua gol. Raphinha dan Pedri juga masuk papan skor.
Hasil tersebut membuat Barcelona mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan dan berada di puncak klasemen La Liga.
Performa tersebut menjadi modal penting bagi Flick sebelum membawa timnya memasuki persaingan Eropa.
Gelar Liga Champions Masih Menjadi Target Besar
Barcelona terakhir kali memenangkan Liga Champions pada 2015. Artinya, klub Catalan tersebut sudah lebih dari satu dekade menunggu kesempatan untuk kembali mengangkat trofi Si Kuping Besar.
Dalam beberapa musim terakhir, Barcelona sebenarnya beberapa kali menunjukkan kemampuan untuk bersaing di level tertinggi. Namun, perjalanan mereka selalu terhenti sebelum mencapai trofi.
Karena itu, Liga Champions kini menjadi target yang sangat penting bagi klub.
UEFA mencatat Barcelona memasuki musim 2026/2027 sebagai salah satu kandidat kuat. Blaugrana datang sebagai juara Spanyol dan memiliki pengalaman besar di kompetisi tersebut, dengan total lima gelar Liga Champions sepanjang sejarah.
Bagi Flick, tantangannya bukan sekadar membawa Barcelona tampil kompetitif, melainkan menemukan cara agar tim mampu bertahan ketika menghadapi tekanan terbesar di fase gugur.
Pengalaman Pahit Jadi Pelajaran Berharga
Barcelona juga membawa pengalaman pahit dari perjalanan Eropa sebelumnya.
Musim lalu, mereka harus tersingkir di babak perempat final setelah menghadapi Atlético Madrid. Sementara pada musim sebelumnya, Barcelona sempat sangat dekat dengan final sebelum mengalami kekalahan dramatis dari Inter Milan di semifinal.
Kegagalan tersebut menjadi pelajaran penting bagi Hansi Flick.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kemampuan Barcelona beradaptasi ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi. Hansi Flick dikenal dengan gaya permainan agresif, pressing tinggi, serta sepak bola vertikal.
Namun, sang pelatih menegaskan bahwa Barcelona tidak harus memainkan satu pendekatan secara kaku. Ia mengakui timnya harus mampu menyesuaikan diri dengan lawan ketika situasi pertandingan menuntut hal tersebut.
Kedatangan Rodri Menambah Kekuatan Barcelona

Salah satu faktor yang membuat Barcelona semakin percaya diri musim ini adalah aktivitas mereka di bursa transfer.
Kehadiran Rodri menjadi salah satu transfer yang paling banyak mendapatkan perhatian. Gelandang asal Spanyol tersebut membawa pengalaman luar biasa di level klub maupun internasional.
Rodri bahkan langsung menunjukkan kualitasnya ketika mendapat kesempatan menjadi starter menghadapi Valencia. Ia mencatat akurasi umpan mencapai 98 persen serta melakukan enam pemulihan bola dalam kemenangan 5-0 Barcelona.
Kehadirannya memberikan opsi berbeda di lini tengah Barcelona. Rodri dapat membantu tim mengontrol tempo permainan sekaligus memberikan pengalaman yang sangat dibutuhkan ketika menghadapi pertandingan besar.
UEFA juga menempatkan Rodri sebagai salah satu rekrutan utama Barcelona pada musim panas 2026. Pengalamannya memenangkan Liga Champions bersama Manchester City menjadi salah satu alasan mengapa kehadirannya dianggap penting untuk ambisi Barcelona di Eropa.
Lamine Yamal Jadi Senjata Utama
Selain Rodri, Barcelona juga memiliki sosok yang menjadi pusat perhatian dunia: Lamine Yamal.
Pemain berusia 19 tahun tersebut kini mendapatkan tanggung jawab lebih besar setelah dipercaya menjadi salah satu wakil kapten Barcelona. Hansi Flick melihat Yamal bukan hanya sebagai talenta muda, tetapi sebagai pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan seorang diri.
Performa Yamal pada awal musim juga memperlihatkan betapa pentingnya dirinya bagi Barcelona. Ia mencetak dua gol ketika Barcelona mengalahkan Valencia 5-0.
Menariknya, Yamal sendiri secara terbuka menyatakan bahwa memenangkan Liga Champions merupakan salah satu motivasi terbesarnya musim ini. Ia ingin membantu Barcelona mengakhiri penantian panjang mereka di kompetisi Eropa.
Dengan usia yang masih sangat muda, tanggung jawab Yamal memang semakin besar. Namun, Hansi Flick tampaknya percaya bahwa pemain tersebut siap menghadapi tekanan tersebut.
Kedalaman Skuad Jadi Modal Penting
Barcelona juga memasuki musim baru dengan komposisi skuad yang lebih dalam.
Selain Rodri, klub mendatangkan beberapa pemain seperti Anthony Gordon dan Karim Adeyemi untuk meningkatkan pilihan di lini depan. Kedalaman skuad tersebut penting karena Barcelona harus menghadapi jadwal padat di La Liga, Liga Champions, dan kompetisi domestik lainnya.
Hansi Flick kini memiliki lebih banyak pilihan untuk melakukan rotasi. Hal tersebut sangat penting karena perjalanan Liga Champions bisa berlangsung hingga berbulan-bulan dan membutuhkan kondisi fisik pemain yang konsisten.
Pelatih asal Jerman itu juga mengakui bahwa mengelola skuad besar bukan pekerjaan mudah. Tidak semua pemain akan mendapatkan menit bermain sebanyak yang mereka inginkan.
Namun, Hansi Flick menekankan pentingnya komunikasi dan kompetisi sehat dalam tim. Setiap pemain harus terus menunjukkan kualitasnya dalam latihan jika ingin mendapatkan tempat di starting XI.
Barcelona Memulai Perjalanan Eropa Melawan Feyenoord
Ambisi Barcelona untuk menjuarai Liga Champions 2026/2027 mulai diuji pada 9 September 2026.
Barcelona akan menghadapi Feyenoord di Camp Nou dalam pertandingan pertama fase liga Liga Champions.
Pertandingan tersebut menjadi langkah awal dari perjalanan panjang Barcelona menuju trofi Eropa. Setelah menghadapi Feyenoord, Blaugrana masih harus berhadapan dengan sejumlah lawan berat dalam fase liga, termasuk Paris Saint-Germain dan Manchester City.
Format Liga Champions yang baru juga menuntut konsistensi sejak pertandingan pertama. Barcelona harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin agar dapat finis di posisi yang menguntungkan dan menghindari jalur play-off menuju babak 16 besar.
Hansi Flick Tidak Ingin Barcelona Hanya Puas dengan Gelar Domestik
Keberhasilan Barcelona di kompetisi domestik memberikan fondasi kuat bagi Hansi Flick. Namun, sang pelatih tidak ingin timnya berhenti sampai di sana.
Barcelona telah memenangkan dua gelar La Liga secara beruntun di bawah Hansi Flick dan kini berambisi mengejar gelar liga ketiga berturut-turut. Tetapi di saat yang sama, Liga Champions menjadi target yang lebih besar.
Hansi Flick sebelumnya juga berhasil meraih kesuksesan luar biasa bersama Bayern Munich. Pada 2020, ia membawa klub Jerman tersebut meraih treble, termasuk trofi Liga Champions.
Pengalaman tersebut membuat Hansi Flick mengetahui bagaimana sulitnya membawa sebuah tim melewati setiap fase kompetisi Eropa hingga mencapai puncak.
Kini, tantangannya adalah melakukan hal serupa bersama Barcelona.
Barcelona Semakin Dekat, tetapi Masih Harus Membuktikan
Secara kualitas, Barcelona memang memiliki alasan untuk percaya diri.
Mereka memiliki Lamine Yamal yang mampu menjadi pembeda, Pedri sebagai pengatur permainan, Raphinha yang berbahaya di lini depan, serta Rodri yang membawa pengalaman dan keseimbangan di lini tengah.
Di bawah Hansi Flick, Barcelona juga telah membangun identitas permainan yang jelas.
Namun, Liga Champions memiliki karakter berbeda. Satu kesalahan kecil dalam pertandingan knockout dapat mengakhiri seluruh perjalanan sebuah tim.
Karena itu, Flick memilih bersikap realistis. Ia percaya Barcelona memiliki kualitas untuk menjadi juara, tetapi timnya tetap harus membuktikan kemampuan tersebut di lapangan.
“Kami harus terus berkembang” menjadi salah satu pesan penting Flick kepada skuadnya.
Misi Mengembalikan Barcelona ke Puncak Eropa
Musim 2026/2027 menjadi kesempatan besar bagi Barcelona untuk kembali menempatkan diri sebagai kekuatan utama Eropa.
Dengan fondasi yang sudah dibangun selama dua musim terakhir, pengalaman Flick, kedalaman skuad yang lebih baik, serta kemunculan generasi muda seperti Lamine Yamal, harapan untuk meraih trofi Liga Champions kembali membesar.
Flick sendiri tampaknya sadar bahwa ekspektasi terhadap Barcelona semakin tinggi.
Setelah berhasil memenangkan La Liga, trofi domestik bukan lagi satu-satunya ukuran kesuksesan. Tantangan berikutnya adalah membawa Blaugrana kembali berjaya di panggung Eropa.
Perjalanan tersebut dimulai dari pertandingan melawan Feyenoord.
Apabila Barcelona mampu menjaga konsistensi, menghindari masalah cedera, menemukan keseimbangan antara sepak bola agresif dan pragmatis, serta tampil matang dalam pertandingan besar, peluang mereka untuk melangkah jauh tentu semakin terbuka.
Bagi Flick, memenangkan La Liga sudah menjadi pencapaian penting. Tetapi ambisinya kini jauh lebih besar.
Liga Champions adalah target berikutnya.
Dan setelah 11 tahun menunggu, Barcelona memiliki kesempatan untuk kembali mengejar trofi yang pernah menjadi bagian penting dari sejarah kejayaan mereka.

