duniabola Manajer Real Madrid, Jose Mourinho baru-baru ini memberikan prediksinya terkait jalannya La Liga musim 2026/2027. Ia menilai bahwa Barcelona dan Real Madrid akan mendapatkan banyak gangguan dari Atletico Madrid di musim ini.
Seperti yang sudah diketahui, dominasi Madrid dan Barcelona kembali merajai La Liga dalam lima tahun terakhir. Kedua tim terlalu kuat sehingga tim-tim Spanyol lainnya kesulitan untuk menandingi mereka.
Di musim 2026/2027 ini, banyak pihak memprediksi dominasi duo Clasico ini akan berlanjut. Baik Real Madrid dan Barcelona dinilai akan jadi dua tim yang bersaing menjadi juara La Liga di akhir musim nanti.
Namun Mourinho tidak sepakat dengan anggapan tersebut. Ia menilai ada satu tim lagi yang bakal jadi pesaing berat untuk trofi La Liga musim ini, yaitu sang tetangga, Atletico Madrid.
Persaingan Ketat
Dalam konferensi persnya baru-baru ini, Mourinho mewaspadai Atletico Madrid sebagai pesaing yang serius untuk gelar juara La Liga di musim ini.
Ia menilai tim besutan Diego Simeone itu semakin kuat di musim 2026/2027 dan mereka sama sekali tidak bisa diremehkan dan dicoret dari bursa juara Liga Spanyol musim ini.
“Saya rasa memenangkan La Liga musim ini tidak akan mudah. Saya rasa Atletico Madrid akan jadi penantang gelar juga di musim ini,” buka Mourinho.
Bukan Tim Kuda Hitam

Mourinho menyebut bahwa banyak yang mengira Atletico Madrid akan jadi tim kuda hitam. Pasalnya performa Los Rojiblancos selama dua tahun terakhir lagi tidak stabil.
Namun Mourinho meyakini bahwa anak asuh Diego Simeone ini bakal jadi penantang gelar yang serius. Jadi ia akan mewaspadai gerak-gerik sang tetangga di sepanjang musim ini.
“Meski mereka (Atletico) tidak mengumbaarnya ke publik, namun mereka merasa bahwa mereka mampu bersaing untuk jadi juara. Jadi bagi saya, mereka adalah penantang gelar yang serius,” pungkas sang manajer.
Laga Berikutnya
Real Madrid sendiri saat ini sedang fokus untuk mempersiapkan diri untuk pertandingan mereka berikutnya di La Liga.
Los Blancos dijadwalkan akan bertamu ke markas Real Betis di akhir pekan ini dan Jose Mourinho mengincar kemenangan keempat beruntun timnya di laga tersebut.

Pernyataan José Mourinho mengenai kebangkitan Atletico Madrid tentu beralasan jika melihat dinamika pergerakan transfer dan pembenahan taktis yang dilakukan armada Diego Simeone sepanjang musim panas ini. Manajemen Los Rojiblancos tidak lagi pasif di bursa transfer. Mereka menginvestasikan dana besar untuk mendatangkan pemain-pemain berkarakter sesuai dengan filosofi permainan cepat dan agresif yang diinginkan Simeone. Langkah ini secara instan meningkatkan kedalaman skuad Atletico, memberi mereka variasi taktik yang jauh lebih kaya dibandingkan dua musim sebelumnya.
Pembenahan lini belakang menjadi fokus utama Atletico untuk mengatasi kerapuhan yang sempat membuat mereka tercecer dari persaingan papan atas. Dengan masuknya bek-bek anyar bernuansa disiplin tinggi, benteng pertahanan El Cholo kembali menemukan kontinuitasnya. Sektor tengah pun mendapatkan amunisi baru yang tidak hanya lihai memotong aliran bola musuh, tetapi juga mampu menginisiasi transisi positif secara kilat. Fleksibilitas ini membuat Atletico kini tidak sekadar mengandalkan skema pertahanan rapat, melainkan mampu tampil dominan mendikte permainan saat berhadapan dengan tim-tim papan tengah La Liga.
Di sisi lain, kestabilan Real Madrid di bawah komando Mourinho juga terus diuji oleh jadwal kompetisi yang padat. El Real dituntut untuk membagi fokus antara pertarungan domestik dan kampanye ketat di kancah Eropa. Kondisi fisik pemain serta risiko cedera menjadi faktor krusial yang bisa memengaruhi konsistensi performa Madrid di liga. Kehadiran Atletico sebagai penantang ketiga secara otomatis mempersempit ruang kesalahan bagi Real Madrid maupun Barcelona. Kehilangan poin saat melawan tim non-unggulan kini dapat berakibat fatal pada posisi klasemen.
Barcelona sendiri masih berjuang menjaga kesinambungan performa anak asuhnya di tengah tekanan finansial dan regenerasi skuad. Meski permainan ofensif Blaugrana kerap mengundang decak kagum, inkonsistensi di laga-laga tandang masih menjadi celah yang kerap dimanfaatkan lawan. Kondisi ini yang dibaca oleh Mourinho sebagai peluang besar bagi Atletico Madrid untuk menyelinap ke puncak persaingan. Jika Atletico mampu tampil konsisten mencuri poin penuh di laga-laga krusial, peta persaingan La Liga akan menyajikan dinamika tiga arah yang amat mendebarkan hingga pekan-pekan terakhir.
Faktor laga derby Madrid serta bentrokan langsung antar tim tiga besar (direct head-to-head) diprediksi akan menjadi penentu utama arah trofi musim ini. Dalam beberapa tahun terakhir, duel-duel ini kerap memakan korban berupa kartu merah, cedera, hingga pengurasan energi yang signifikan. Mourinho menyadari betul bahwa kemenangan atas tim sekota tidak hanya bernilai tiga poin, melainkan juga dampak psikologis yang besar untuk meruntuhkan mentalitas pesaing. Oleh karena itu, konsentrasi penuh mutlak diperlukan agar tidak tergelincir di fase awal musim.
Persiapan menjelang laga melawan Real Betis di Benito Villamarín akhir pekan ini menjadi tolok ukur awal ketahanan mental armada Mourinho. Bermain di markas Betis selalu menyajikan tantangan atmosfer yang intens dan tidak ramah bagi tim tamu. Namun, kemenangan di laga tersebut akan mengukuhkan tren positif sekaligus memberikan pesan tegas kepada Atletico Madrid dan Barcelona bahwa Real Madrid siap merespons segala bentuk ancaman demi mempertahankan takhta tertinggi sepak bola Spanyol.

