duniabola Zinedine Zidane dikabarkan segera memulai petualangan barunya sebagai pelatih Timnas Prancis. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) memastikan pengumuman pelatih baru Les Bleus akan dilakukan pekan depan.
Penunjukan Zidane mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depannya sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021. Mantan gelandang legendaris itu memang sejak lama dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Prancis.
Didier Deschamps dipastikan mengakhiri masa baktinya setelah perjalanan Prancis di Piala Dunia 2026 berakhir dengan hasil yang mengecewakan. Kini FFF bersiap membuka lembaran baru bersama Zidane.
Laporan RMC Sport menyebut Zidane bahkan telah menandatangani kontrak bersama Timnas Prancis. Meski begitu, beberapa detail mengenai staf pelatih masih dalam tahap penyelesaian.
FFF Siapkan Pengumuman Resmi Zinedine Zidane
Dalam pernyataan resminya, FFF mengonfirmasi bahwa Presiden Philippe Diallo akan menggelar konferensi pers pada Selasa, 28 Juli 2026 waktu setempat. Agenda tersebut akan berlangsung setelah rapat Komite Eksekutif FFF.
Pada kesempatan itu, Diallo akan memperkenalkan pelatih baru Timnas Prancis kepada publik. Konferensi pers tersebut juga akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi FFF.
Menurut RMC Sport, tidak ada lagi kendala berarti menuju pengumuman tersebut. Bahkan, persoalan terkait kontrak dan ketentuan gaji Zinedine Zidane disebut sudah berhasil diselesaikan.
Zinedine Zidane Langsung Dihadapkan Jadwal Berat

Tidak ada masa adaptasi yang panjang bagi Zidane setelah resmi menjabat. Timnas Prancis sudah ditunggu rangkaian pertandingan UEFA Nations League pada akhir September hingga November.
Laga debut Zinedine Zidane diperkirakan berlangsung pada 25 September melawan Turki. Tiga hari berselang, Les Bleus akan bertandang menghadapi Belgia sebelum menjamu Italia pada 2 Oktober dan kembali melawan Belgia pada 5 Oktober.
Kehadiran Zidane sekaligus menutup era kepelatihan Didier Deschamps yang berlangsung selama 14 tahun. Deschamps mempersembahkan gelar Piala Dunia 2018, UEFA Nations League 2020-2021, serta membawa Prancis menjadi finalis Euro 2016 dan Piala Dunia 2022 sebelum mengakhiri masa jabatannya usai Piala Dunia 2026.
Ekspektasi Tinggi Publik dan Awal Era Baru Les Bleus
Keputusan FFF untuk menunjuk Zinedine Zidane sebagai suksesor Didier Deschamps disambut dengan gelombang antusiasme yang luar biasa dari para pendukung sepak bola Prancis. Bagi masyarakat Hexagone, Zinedine Zidane bukan sekadar mantan pemain atau pelatih berprestasi—ia adalah simbol kebanggaan nasional. Keberhasilannya mengantar Prancis meraih gelar Piala Dunia pertama mereka pada tahun 1998 sebagai pemain, serta rekor fantastisnya meraih tiga trofi Liga Champions secara beruntun bersama Real Madrid, menjadikan profilnya sangat ideal untuk memimpin generasi emas Prancis saat ini.
Kehadiran ‘Zizou’ di kursi kepelatihan diharapkan mampu menyuntikkan energi dan motivasi baru ke dalam ruang ganti Les Bleus. Setelah siklus panjang di bawah Deschamps yang cenderung pragmatis, publik menantikan gaya permainan yang lebih dinamis dan menyerang. Fleksibilitas taktis Zidane serta kemampuannya mengelola ruang ganti yang dipenuhi pemain bintang berskala global dipandang sebagai aset terbesarnya untuk membawa Prancis kembali ke puncak kejayaan internasional.
Tantangan Taktis dan Merangkul Generasi Emas

Meski menyambut era baru dengan optimisme tinggi, Zidane dihadapkan pada tugas berat untuk segera meracik komposisi tim yang solid. Salah satu fokus utamanya adalah memaksimalkan potensi barisan depan Prancis yang dihuni oleh bakat-bakat terbaik dunia, seperti Kylian Mbappé. Hubungan baik antara Zidane dan Mbappé yang sudah terjalin sejak lama diyakini akan mempermudah komunikasi dan transisi taktik di dalam lapangan.
Selain mengandalkan deretan pemain senior berinteraksi tinggi, Zidane juga dituntut untuk melanjutkan proses regenerasi skuad. Bakat-bakat muda yang bermunculan di Ligue 1 dan berbagai liga top Eropa membutuhkan arahan yang tepat agar mampu bertransformasi menjadi tulang punggung tim nasional di masa depan. Pendekatan personal Zidane yang terkenal tenang namun tegas diprediksi akan menjadi kunci dalam menjaga harmoni dan kedisiplinan tim.
Warisan Luar Biasa Didier Deschamps
Penunjukan Zidane secara tidak langsung menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Prancis. Selama 14 tahun memegang kendali, Didier Deschamps berhasil mengubah Les Bleus dari tim yang penuh kontroversi menjadi kekuatan dominan yang ditakuti di kancah dunia. Trofi Piala Dunia 2018 di Rusia dan gelar UEFA Nations League 2020-2021 menjadi bukti nyata kapasitas kepemimpinannya.
“Deschamps telah meletakkan fondasi yang sangat kokoh dan standar kesuksesan yang amat tinggi bagi Timnas Prancis. Tugas pengantinya bukan lagi merintis dari nol, melainkan mempertahankan tradisi juara tersebut.”
Meskipun akhir perjalanannya di Piala Dunia 2026 tidak berjalan sesuai skenario terbaik, dedikasi dan pencapaian Deschamps akan selalu dicatat dengan tinta emas dalam sejarah olahraga Prancis. Zidane kini memikul tanggung jawab besar untuk menjaga warisan positif tersebut sekaligus mengukir sejarah barunya sendiri.
Menatap Rangkaian Uji Coba Pertama
Persiapan matang harus segera dilakukan mengingat padatnya jadwal yang menanti di depan mata. Rangkaian pertandingan UEFA Nations League yang dimulai pada akhir September mendatang akan menjadi ajang pembuktian awal bagi kualitas racikan taktik Zidane. Menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Belgia dan Italia dalam waktu yang berdekatan tentu menjadi ujian pembuka yang sangat krusial.
Hasil dari laga-laga awal ini tidak hanya penting untuk mengamankan poin di kompetisi, tetapi juga untuk membangun kepercayaan diri skuad dan keyakinan publik terhadap proyek baru FFF. Dengan pengumuman resmi yang tinggal menghitung hari, seluruh mata pencinta sepak bola dunia kini tertuju ke Paris, menantikan mulainya babak anyar perjalanan Zinedine Zidane bersama Timnas Prancis.

