duniabola Teka-teki mengenai siapa pelatih Timnas Prancis yang baru akhirnya terungkap. Federasi Sepak Bola Prancis, FFF dikabarkan sudah bersepakat dengan Zinedine Zidane untuk menjadi nahkoda baru Les Bleus.
Timnas Prancis akan memainkan pertandingan terakhir mereka di Piala Dunia 2026 dini hari nanti. Mereka akan berhadapan dengan Timnas Inggris di perebutan juara tiga Piala Dunia 2026.
Pertandingan ini akan jadi pertandingan terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis. Pelatih berusia 58 tahun itu sudah mengonfirmasi akan mundur setelah Piala Dunia berakhir.
Fabrizio Romano melaporkan bahwa FFF sudah mempersiapkan sosok yang akan menggantikan Didier Deschamps. Mereka akan mempekerjakan Zinedine Zidane sebagai juru taktik mereka yang baru.
Sudah Capai Kesepakatan
Menurut laporan Romano, FFF sudah berbicara dengan Zidane dalam beberapa bulan terakhir. Legenda hidup Timnas Prancis itu jadi pilihan utama FFF untuk jadi nahkoda baru Les Bleus.
Setelah proses negosiasi yang cukup panjang, kedua pihak sudah mencapai kesepakatan. Zidane akan aktif melatih Timnas Prancis setelah Piala Dunia 2026.
Ia akan dipercaya untuk memimpin Kylian Mbappe dkk untuk Euro 2028 dan juga Piala Dunia 2030 mendatang, di mana Zidane diharapkan mampu membawa Les Bleus menjadi juara di kedua turnamen tersebut.
Zinedine Zidane siap mengambil alih kursi kepelatihan Timnas Prancis setelah gelaran Piala Dunia 2026 berakhir.
Hanya Mau Timnas Prancis
Menurut kabar yang beredar, Zidane memang sudah sejak lama mengincar kursi pelatih Timnas Prancis.
Zidane sendiri memang sudah agak lama menganggur. Semenjak meninggalkan Real Madrid, ia sebenarnya mendapatkan banyak tawaran untuk melatih sejumlah klub papan atas Eropa.
Namun Zidane menolak semua penawaran itu karena ia ingin menjadi pelatih Timnas Prancis. Ia menunggu lebih dari dua tahun untuk pekerjaan itu dan ia kini mendapatkan pekerjaan tersebut.
Bidik Hadiah Perpisahan
Timnas Prancis sendiri bertekad untuk memenangkan laga melawan Timans Inggris dini hari nanti.
Mereka ingin melepas Didier Deschamps dengan medali perunggu Piala Dunia 2026 sehingga Mbappe dkk akan memberikan segalanya untuk memenangkan laga ini.
Era Baru Les Bleus: Visi Masa Depan di Bawah Zinedine Zidane
Keputusan FFF untuk menunjuk Zinedine Zidane bukan sekadar pergantian posisi di bangku cadangan, melainkan sebuah pernyataan ambisi besar. Prancis ingin mempertahankan status mereka sebagai penguasa sepak bola global. Dengan generasi emas yang dipimpin oleh Kylian Mbappe, FFF percaya bahwa karisma dan magis Zidane adalah formula tepat untuk membawa Prancis melangkah lebih jauh di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Bagi Zidane, jabatan ini adalah puncak dari penantian panjangnya. Sejak menyudahi periode keduanya yang sukses bersama Real Madrid pada tahun 2021—di mana ia mempersembahkan tiga trofi Liga Champions berturut-turut—pria berusia 54 tahun ini bersikap sangat selektif. Nama-nama klub raksasa seperti Paris Saint-Germain, Manchester United, hingga Juventus berulang kali dikaitkan dengannya. Namun, Zidane dengan teguh menolak proposal-proposal bernilai fantastis tersebut demi satu mimpi yang belum terwujud: memimpin negaranya dari pinggir lapangan.
“Zidane selalu menganggap melatih Timnas Prancis sebagai kehormatan tertinggi. Ia tidak mengejar uang atau kejayaan di level klub lagi; fokusnya adalah warisan sejarah untuk sepak bola Prancis,” ujar seorang sumber dekat sang pelatih.
Zinedine Zidane dilaporkan telah mencapai kesepakatan penuh untuk menahkodai Timnas Prancis pasca-Piala Dunia 2026.
Warisan Emas Didier Deschamps
Sebelum Zidane resmi memakai lencana FFF di dadanya, publik sepak bola dunia harus memberikan penghormatan tertinggi kepada Didier Deschamps. Mengakhiri masa bakti yang luar biasa sejak tahun 2012, Deschamps telah mengubah wajah Les Bleus menjadi kekuatan yang paling ditakuti dan konsisten di dunia.
Di bawah arahannya, Prancis berhasil merengkuh trofi Piala Dunia 2018 di Rusia dan menjadi finalis pada edisi 2022 di Qatar. Deschamps berhasil meredam ego para pemain bintang dan menyatukan ruang ganti yang dulunya terkenal rapuh akibat konflik internal. Keputusannya untuk mundur setelah Piala Dunia 2026 diambil demi memberikan kesempatan bagi regenerasi taktik yang lebih segar.
Pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Inggris dini hari nanti bukan sekadar laga hiburan. Bagi skuad Prancis, ini adalah misi sakral untuk memberikan kado perpisahan terbaik bagi sang mentor. Medali perunggu Piala Dunia 2026 akan menjadi penutup yang manis dan layak bagi salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola modern Prancis.
Menanti Transformasi Taktik di Tangan Zizou
Masuknya Zidane diprediksi akan membawa angin segar dalam gaya bermain Prancis. Jika Deschamps dikenal dengan pendekatan pragmatis yang mengutamakan soliditas pertahanan dan efisiensi serangan balik, Zidane diperkirakan akan membawa fleksibilitas taktis yang lebih dinamis, mirip dengan apa yang ia terapkan di Real Madrid.
Zidane memiliki kemampuan langka dalam mengelola pemain-pemain dengan ego besar (man-management). Hubungan emosionalnya yang kuat dengan Kylian Mbappe diyakini akan menjadi pilar utama dari proyek baru ini. Skuad muda Prancis yang dihuni oleh talenta-talenta seperti Eduardo Camavinga, Aurélien Tchouaméni, dan William Saliba diprediksi akan semakin berkembang di bawah asuhan sang legenda.
Tantangan besar sudah menanti Zidane. Target yang dibebankan oleh FFF tidak main-main: menjuarai Euro 2028 dan membawa pulang trofi Piala Dunia 2030. Publik Prancis kini boleh bermimpi tinggi, sebab sang pahlawan Piala Dunia 1998 telah kembali ke rumah untuk memimpin pasukan Les Bleus menuju kejayaan baru.
Bagaimana menurutmu? Apakah Zinedine Zidane adalah sosok yang tepat untuk melampaui pencapaian luar biasa yang sudah ditinggalkan oleh Didier Deschamps?